Sabtu, 20 September 2014

Pesona Kampung Suku Sasak SADE, Lombok


Gadis Sasak Menjual Kain dan Tenun Lombok
Melancong ke Pulau Lombok, rasanya belum lengkap kalau belum mengunjungi Kampung Suku Sasak “SADE” di Pulau Lombok. Kampung Sade merupakan salah satu kampung yang masih menjaga tradisi Suku Sasak hingga sekarang. Dari sisi bangunan rumah, adat istiadat, dan budaya hingga sekarang, masih terjaga. Kampung Sade terletak di Desa Rimbitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
 
Selamat Datang di Kampung Sasak SADE
Adanya Bandara Internasional Lombok Praya, yang baru diresmikan akhir 2011 juga menjadi berkah tersendiri bagi warga Kampung Sade. Dari bandara baru ini, jaraknya hanya sekitar 10 km, atau perjalanan sekitar 15 menit. Hal ini tentu saja memudahkan bagi para wisatawan untuk langsung membelokkan kendaraannya begitu sampai ke Pulau Lombok.
Bandara Internasional Lombok (BIL) Praya
Perjalanan dari Bandara ke Kampung Sade melewati jalanan beraspal yang berkelok kecil. Di sekitar kanan dan kiri jalan terdapat lahan pertanian yang luas. Saat saya datang dan mampir berkunjung, lahan pertanian ini kebanyakan sedang ditanam jagung.
Hiasan Lokal Khas Lombok
Sesekali, kami berpapasan dengan mobil bak terbuka yang mengangkut daun-daun kering seperti jerami. Saya pikir itu jerami padi yang dikeringkan. Ternyata bukan, itu adalah alang-alang yang dikeringkan untuk dijadikan atap rumah adat, ataupun atap rumah-rumah yang ada di Bali. Ya, alang-alang itu ternyata menunggu pembeli dari Bali untuk dijadikan atap villa, hotel, ataupun rumah makan yang berciri tradisional. Atap-atap tradisional yang ada di Bali memang banyak yang berasal dari Lombok.
Selamat Datang di Kampung Sasak Sade
Akhirnya, sampai juga kami ke Kampung Sade. Di pintu masuk, terdapat semacam gapura besar yang menandakan bahwa kita memasuki kampung dengan suasana tradisional. Tersedia lahan parkir yang cukup luas, yang muat untuk berbagai kendaraan, termasuk bis wisata. Di sekitar tempat parkir terdapat banyak warung penjaja makanan.
Salah seorang tour guide lokal langsung menyambut kedatangan kami. Tanpa basa-basi, dia langsung nyerocos mengucapkan selamat datang kepada kami, dan memberikan penjelasan singkat tentang Kampung Sade. Kampung Sade ini terdiri dari 150 rumah dengan 700 orang jiwa. Mereka masih mempertahankan tradisi hingga sekarang.
Disambut Tour Guide Lokal
Suku Sasak adalah suku asli Pulau Lombok. Selain Kampung Sade, sebenarnya ada tiga desa yang masih mempertahankan budaya Suku Sasak, yaitu di Desa Bayan, Sade, dan Rambiten. Namun demikian, yang paling banyak dikunjungi wisatawan ya Desa Sade dan Rambiten yang memang relatif lebih dekat dari Mataram.
Tradisi Menenun Yang Turun Temurun
13483743731128610899
Seorang Ibu Tua Bersama Penulis, Memintal Kapas
Mata pencaharian kaum pria Sasak di Kampung Sade kebanyakan adalah petani. Dengan menjadi desa wisata, sebagian kemudian berprofesi sebagai tour guide. Sedangkan para wanita banyak yang pintar memintal kain tenun sasak. Dan dengan adanya wisatawan yang banyak berkunjung, hampir setiap rumah di Kampung Sade menjajakan oleh-oleh khas Lombok mulai dari tenun, kaos, gantungan kunci, patung, dan berbagai pernak-pernik kecil khas Lombok.
1348374443831174105
Gantungan Kunci Cicak "Keberuntungan" dari Tanduk Kerbau
Saluran air tersedia melalui sumur-sumur tradisional. Rumah-rumah dibangun dengan bahan-bahan alam yang terdapat di sekitar kampung. Salah satu bangunan yang menonjol yang menjadi ikon di sini adalah bangunan lumbung padi yang sangat khas. Lumbung padi ini dibuat untuk menampung hasil panen dari para penduduk kampung. Dengan adanya lumbung padi yang dikelola bersama ini, tidak ada kekhawatiran kelaparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar